Diinjak Genderuwo Saat Tidur

Misteri Nusantara – Diinjak Genderuwo Saat Tidur. Malam itu, aku, Doni, dan Herman memutuskan untuk tidur di kios tempat kami bekerja, yang kini menjadi pos utama Warung Edukasi. Hari sudah larut, jam dinding menunjukkan pukul 00:30, dan tubuh kami yang kelelahan setelah bekerja seharian langsung terlelap begitu saja.

Diinjak Genderuwo Saat Tidur
Diinjak Genderuwo Saat Tidur

Di tengah nyenyaknya tidur, aku tiba-tiba merasakan sesuatu yang berat menekan dadaku. Nafasku sesak, tubuhku kaku, dan aku sulit bergerak. Aku berusaha membuka mata dan apa yang kulihat membuat darahku berdesir.

Di atas tubuhku berdiri sosok besar berbulu lebat dengan wajah mengerikan. Matanya merah menyala, giginya bertaring, dan kulitnya legam. Kakinya yang besar menginjak perut dan dadaku, membuatku hampir tak bisa bernafas. Aku ingin berteriak, tapi suara seperti tersangkut di tenggorokan.

Melawan Teror Genderuwo

Dengan sisa tenaga yang kumiliki, aku menggerakkan tanganku dan berusaha menyingkirkan kakinya. Aku berhasil! Seketika aku terdorong ke samping dan bisa mengambil nafas dalam-dalam. Aku langsung berteriak,

“Aaaaaahhh!!!”

Teriakanku membangunkan Doni dan Herman. Doni segera duduk dan menatapku dengan mata terbelalak, sementara Herman yang masih setengah sadar hanya menggumam kesal.

“Kenapa ribut-ribut? Orang mau tidur!” gerutunya sambil menarik selimut ke atas kepalanya.

Namun, Doni yang memiliki kemampuan melihat makhluk gaib langsung menatap ke arah kosong di sudut ruangan. Wajahnya menegang.

“Hei! Jangan sembarangan di sini! Ini tempat kami! Pergi, atau aku yang akan mengusirmu!” bentaknya sambil menyodorkan segelas air putih ke tanganku.

Aku menerima gelas itu dengan tangan gemetar, sementara Doni terus melafalkan doa-doa. Udara di dalam kios terasa semakin berat, suhu turun drastis, dan aroma anyir mulai tercium.

Sosok yang Tak Kasat Mata

Herman yang masih tidak melihat apa-apa hanya mendengus kesal. “Ah, kau mimpi kali?” katanya sambil kembali merebahkan diri.

Aku menatap Doni dengan panik. “Doni, makhluk itu masih di sini?”

Doni tidak menjawab, tapi tatapan matanya tajam ke satu titik di ruangan. Perlahan, dia menggertakkan gigi dan berbisik, “Dia masih di sini, tapi dia mulai melemah.”

Tubuhku mulai terasa lebih ringan. Perlahan, hawa dingin di ruangan mulai menghilang. Doni tersenyum kecil, “Sudah pergi. Seharusnya dia tidak akan kembali.”

Aku menghela nafas lega, sementara Herman tetap saja bergeming di bawah selimutnya.

Klik Disini, Daftar Sekarang.
Klik Disini, Daftar Sekarang.

Akhir dari Teror.

Sejak malam itu, aku tidak pernah lagi mengalami kejadian serupa. Doni mengatakan bahwa genderuwo itu sudah pergi dan tidak akan mengganggu kami lagi.

Namun, suara-suara aneh dan hawa dingin terkadang masih terasa di sudut kios. Aku tidak pernah lagi melihat makhluk itu, tapi malam itu akan selalu teringat dalam benakku—malam di mana aku berhadapan.

    === PREDIKSI HONGKONG HARI INI ===

ISOTOTO : Platform Hongkong Terpercaya Sejak 2014
Kamu Menang Berapapun, Pasti Dibayar Lunas 100%
Klik Disini, Daftar Sekarang


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *